Kenangan cerita yang telah bersemayam lama, Dalam hati yang entah kumiliki atau tidak, Menghapus kelemahan yang tidak pernah ada, Sesederhana ini untuk melakukannya dengan sebagian diri tidak menjadi tidak diketahui.
Di langit biru itu terdapat garis putih, mungkin jejak dunia yang pernah kita lihat, menjadi satu hal dalam cerita dirimu, kau masih bernapas hingga kau menginginkannya, tidak dangkal dalam helaan mu yang sesak.
Itu terlalu jauh kau berkata, tapi kau selalu bisa mendekap dan memeluknya, aku selalu bertanya-tanya apa itu, tapi kau hanya tersenyum dan tertawa lembut, dalam lamur mataku kau begitu acak dalam taman bunga yang penuh warna ini.
Kau simbolisasi kebohongan adalah dirimu, kau merindukan langit yang kelabu itu, kau dalam hutan rindu tanpa pernah tersesat, dengan mata gelita mu kau tatap aku dengan sendu, dan juga kau memandangi dunia yang mengkhianatimu.
Hari ini apakah akan terkenang, akankah juga menjadi kenangan indah, ruang dan waktu menjadi saksi bisu atas cerita ini, antara kau dan aku, kau berkata seperti itu pada dunia ini.
Tinggalkan komentar