Saling berhadapan di ujung malam.
Tanpa kata, Tanpa janji.
Tak ada langkah yang bersuara.
Kita bertemu,
Aku membawa langit malam.
Kau membawa ruang tak bersuara.
Waktu duduk diantara kita,
Ia diam tapi berjalan.
Gelita ku memastikan wajah mu dalam gelap,
bukan hanya untuk sekedar melihat,
Tapi apakah sunyi memiliki bentuk wujud.
Sunyi mu menyentuh raga ku,
Untuk tahu bahwa aku berada dalam ruang mu.
Kita tinggal dalam bayang,
Sulit untuk berbicara karena itu terlalu terang bagi kita.
Gelita ku telah menetap di mata mu,
Dan Sunyi mu merekat di tubuh ini.
Dalam malam yang singkat,
Cahaya pagi tiba.
Gelita ku menjadi milik mu,
Sunyi mu menjadi milik ku.
Tinggalkan komentar