beranda esai puisi prosa makalah opini sunda
RINTIK LEMAH

Kulihat langit menunduk, dengan kelabu yang memeluk erat, seolah menyimpan kesedihan yang tak terucapkan. Titik pertama menyentuh wajah, selembut sapaan yang tak terduga, membawa pesan dari ketinggian. Dunia yang bising, yang tadinya penuh hiruk-pikuk, perlahan mulai mereda seiring jatuhnya tetesan air, membiarkan tanah tersentuh dengan samar indah, sebuah sentuhan yang menenangkan.

Dunia perlahan menahan napas dalam sunyi, seolah mendengarkan simfoni alam yang baru dimulai. Cahaya berpendar dalam rintiknya yang mengetuk, menciptakan ilusi yang memukau, melukis batas antara sunyi yang mendalam dan suaranya yang lembut. Keheningan yang tercipta itu, dengan segala keindahannya, seakan membuatku begitu lemah, begitu rentan, namun justru dalam jeda yang kutemukan ini, damai meresap, memeluk jiwa dengan kehangatan yang tak terlukiskan.



Tinggalkan komentar